Sepuluh gempa besar yang pernah terjadi di Indonesia pada abad 20

Wiskel – Tentu masih belum lupa ingatan kita dengan guncangan gempa Garut berkekuatan 7,3SR yang menguncang Jawa pada 15 Desember 2017 lalu. Senin, 23 Januari 2018 pulau Jawa kembali diguncang gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter yang berpusat di Kabupaten Lebak, Banten. Getaran gempa Lebak ini  dirasakan cukup kuat di Jakarta dan bisa dirasakan juga hingga kota Cilacap.


Karena berada di tengah-tengah Cincin Api Pasifik, di antara pertemuan tiga lempeng yaitu Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Maka tidak mengherankan jika Indonesia sering diguncang gempa akibat aktivitas subduksi ketiga lempeng tersebut. Pulau-pulau yang sering diguncang gempa di Indonesia meliputi Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan Indonesia bagian timur.

Dalam kurun waktu sepanjang abad 20, dari tahun 1900 hingga 2000 setidaknya sepuluh kali gempa dahsyat pernah melanda wilayah Indonesia. Berikut ini sepuluh gempa besar berkekuatan di atas 7,4SR yang pernah terjadi di Indonesia. Dikutip dari historia.id

Gempa Pulau-Pulau Batu Nias, 28 Desember 1935

Gempa tektonik pertama yang tercatat di Sumatera pada abad 20 terjadi di Pulau-Pulau Batu yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Guncangannya mencapai 7,7 SR dan memicu tsunami kecil.

Menurut National Geophysical Data Center (NGDC) gempa ini juga merusak jaringan telepon dan rumah-rumah sampai ke Kepulauan Tanahbala, Sigata, Sibolga dan Kota Padang. Korbannya hanya dua orang luka-luka karena tertimpa reruntuhan rumah.

Gempa Laut Banda, 1 Februari 1938

United States Geological Survey (USGS) atau Badan Survei Geologi Amerika Serikat mencatat gempa berkekuatan 8,4 SR berada di kedalaman 35 kilometer di Laut Banda. Tsunami kecil menerjang Pulau Banda dan Pulau Kai. Getarannya terasa sampai Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Jakarta dan Darwin, Australia. Tak ada laporan korban meninggal atau luka-luka.

Gempa Cilacap, 23 Juli 1943

Gempa berkekuatan 8,1 SR melanda pesisir selatan Pulau Jawa dari Cilacap, Garut, Yogyakarta sampai Solo. Dalam Bencana Alam dan Bencana Anthropogene, Sukandarrumidi mencatat 213 korban tewas, 2.096 terluka, dan 2.800 bangunan roboh di berbagai wilayah tersebut.

Gempa Laut Seram, 24 Januari 1965

Gempa berkekuatan 8,2 SR yang terjadi sekira pukul 00.11 dini mengguncang Kepulauan Sanana, Maluku Utara. Gempa ini akibat subduksi Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik di Laut Seram. Data USGS menyebut 71 orang di kepulauan itu tewas akibat terjangan tsunami.

 

Gempa Bima, 19 Agustus 1977

Dari laporan NGDC, gempa berkekuatan 8,3 SR mengguncang Bima, Nusa Tenggara Barat, dan Pulau Sumbawa dan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Gempa yang disusul tsunami setinggi 5,8 meter ini menewaskan 185 orang dan 1.100 lainnya terluka.

Gempa Flores, 12 Desember 1992

Menjelang pergantian tahun, Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur digoyang gempa dengan magnitudo 7,8 SR di kedalaman 27,7 kilometer. Bencana ini memicu tsunami setinggi 25 meter ke sepanjang 300 meter pesisir Pulau Flores. USGS mencatat kerusakan yang juga berefek sampai ke Pulau Sumba dan Alor itu, menimbulkan 2.500 korban tewas dan 500 terluka.

Gempa Banyuwangi, 3 Juni 1994

Gelombang tsunami setinggi 14 meter menerjang pesisir Banyuwangi, Jawa Timur dan timur laut Pulau Bali yang menewaskan sekira 250 orang. Tsunami tersebut, dari keterangan USGS, terpicu gempa berkekuatan 7,8 SR di Banyuwangi dengan kedalaman 18 kilometer. Guncangan gempa juga merusak beberapa rumah dan bangunan di Pulau Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.

Gempa Minahasa, 1 Januari 1996

Warga Minahasa, Sulawesi Utara di pagi pertama tahun 1996 sekira pukul 8 pagi didera gempa berkekuatan 7,9 SR. USGS menerangkan gempanya berasal dari kedalaman 24 kilometer. Guncangannya turut terasa sampai Ogotua, Palu, Poso, Bontang dan Samarinda. Gelombang tsunami menewaskan delapan orang.

Gempa Biak, 17 Februari 1996

Pulau Biak di Papua diterjang gempa berkekuatan 8,2 SR sekira pukul 6 pagi. International Seismological Centre (ISC) mencatat, gempa ini memicu tsunami setinggi 7 meter. Dilaporkan 166 orang meninggal, 423 terluka dan lebih dari lima ribu kehilangan tempat tinggal.

Gempa Bengkulu, 4 Juni 2000

Gempa dahsyat terakhir di abad ke-20 terjadi di Pulau Enggano, Bengkulu. Dari data ISC diketahui gempa yang berpusat di kedalaman 35 kilometer itu mencapai kekuatan magnitudo 7,9 SR. Korban mencapai 103 orang meninggal dan lebih dari 2.500 lainnya terluka.

Foto dan ide artikel dikutip dari : historia.id

Tinggalkan Balasan

*