Masker medis bukan untuk berkendara

Wiskel – Jumlah kendaraan bermotor yang semakin hari semakin bertambah menjejali jalan raya, tentu menjadi penyumbang polusi udara terbesar. Polusi dari gas buang knalpot motor dan mobil inilah yang cukup berbahaya bagi pengendara sepeda motor di jalanan.


Salah satu cara yang sering ditempuh oleh pemotor biasanya dengan menggunakan masker mulut dan hidung. Biasanya para pemotor ada yang menggunakan masker berupa slayer atau masker medis yang dibeli dari apotik.

Dikutip dari metronews, bahwa masker medis yang bisa kita beli di apotik-apotik sesungguhnya tidaklah efektif mencegah zat-zat polusi dan debu. Zat-zat dan debu masih bisa melewati masker yang biasanya berwarna hijau dan abu-abu tersebut.

Masker-masker medis tersebut dibuat bukan untuk berkendaraan, apalagi untuk pemotor. Menggunakan masker tersebut tidak efektif untuk mencegah polusi dan debu-debu untuk masuk melalui hidung,” terang dr Nandika Nurfitria saat ditemui di kliniknya.

Lebih baik menggunakan masker yang terbuat dari bahan kain agak tebal, yang biasanya bisa kita beli di toko-toko asesoris motor atau helm. Demikian saran Dr Nandika, dikutip dari metronews.com. Dan yang harus lebih diperhatikan lagi yaitu, maksimal 2 hari sekali masker yang kita gunakan untuk bermotor harus selalu dicuci. (ar/wk/cp)

Tinggalkan Balasan

*